CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 02-01-2021 20:28:09

PT PINDAD (Persero) menjadi salah satu bagian dari industri pertahanan nasional. Berbagai produk telah diciptakan mulai dari kendaraan tempur hingga senjata jenis sniper . Lantas, apa saja deretan senjata sniper karya anak bangsa yang jadi jagoan prajurit tanah air?

SPR-2 Kaliber 12,7 mm

SPR 2, senapan anti materil ini merupakan anggota senapan array presesi tinggi. SPR-2 ialah senapan

tembakan tunggal, memiliki aksi baut dengan penglihatan optik dan a malt baffle muzzle brake untuk mengurangi kekuatan hentakan. Tak hanya itu, sniper berkaliber peluru 12,7 mm ini juga dilengkapi teknologi yang mampu melihat sasaran di malam hari. (Baca: Havoc, Senapan Runduk Masa Depan Rusia Berjangkauan Tujuh Kilometer)

Deretan kemampuan SPR-2 antara lain bisa menembus kendaraan tank baja, memiliki jangkauan tembak hingga 2 km dan memiliki 3 efek amunisi sekaligus yaitu menembus, membakar dan meledakkan.

SPR-3 Kaliber 7,62 mm

Konsep SPR-3 hampir sama seperti SPR-2. Bedanya, kaliber pelurunya lebih kecil dari pendahulunya, yaitu 7,62 mm. Namun, desainnya lebih presisi dan bodinya lebih ringan untuk pergerakan dalam medan pertempuran.

Sniper yang memenuhi standar NATO ini juga dilengkapi dengan teropong bidik untuk meningkatkan akurasi tembakan pada jarak 1 km. Jarak tembaknya mencapai 900 meter dengan kecepatan peluru keluar dari laras (muzzle velocity) 800 hingga 810 meter per detik.

SPR-4 Kaliber 8,6 mm

Senjata terbaru Pindad yang diproduksi tahun 2017 ini punya keunggulan dari segi munisi yang digunakan. SPR-4 berkaliber peluru 8,6 mm atau 0.388 inchi/.388 Lapua Magnum dan menggunakan amunisi MU56-M untuk memastikan akurasi terbaik. (Baca juga: Arab Saudi Batalkan Kunjungan Bos Mossad)

Senjata ini didukung oleh teleskop dengan pembesaran hingga 25 kali dan Bipod untuk menjaga kestabilan dalam penembakan. SPR-4 memiliki berat 8,1 kg (magasen kosong, tanpa bipod dan teleskop panjang) dan kurang lebih 12 kg dengan magasen 5 butir dengan panjang popor terentang 1318 mm dan popor dilipat 1035,5 mm.

Untuk kapasitas magasennya ialah 5 butir dengan mode tembakan tunggal dan sistem tuas untuk pengamanan. SPR-4 juga memiliki sistem kerja bolt action dengan sistem penguncian putar.

Sniper TNI Berjaya di Kancah Dunia

TNI ternyata memiliki penembak-penembak jempolan yang mendulang prestasi internasional. Hal ini dibuktikan dengan kegemilangan TNI mendominasi prestasi tak terkalahkan dalam Lomba Tembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) selama 10 tahun berturut-turut. Berikut di antara prestasi yang ditorehkan sniper sniper TNI.

Tahun 2019

TNI Angkatan Darat (AD) menjadi juara umum lomba menembak AASAM 2019 pada 26 Maret hingga 2 April. Penembak TNI AD menorehkan 21 emas, 14 perak, dan 10 perunggu, menyisihkan 20 negara peserta lainnya.

Tahun 2018

TNI Angkatan Darat kembali menjadi juara umum dalam ajang lomba AASAM 2018 yang digelar di Australia pada 27-10 Mei 2018. TNI AD menjadi juara umum dengan meraih 36 emas, 24 perak, dan 12 perunggu. Kontingan Indonesia menyisihkan 17 negara peserta lain.

Tahun 2017

TNI Angkatan Darat menjadi juara umum lomba tembak AASAM 2017 setelah meraih 28 medali emas, 6 medali perak, dan 5 medali perunggu di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan. (Baca juga: 10 Komandan Militer Terburuk dengan Kekalahan Memalukan)

Tahun 2016

Pada gelaran AASAM 2016 yang berlangsung 3 Mei sampai 19 Mei 2016, TNI Angkatan Darat menjadi juara umum dengan meraih 23 medali emas dari 50 medali emas.